Berikut Cara Mengatur TIPOGRAFI di desain kamu

Berikut Cara Mengatur TIPOGRAFI di desain kamu

Tipografi adalah sebuah seni dan keahlian dengan sejarah panjang berabad ke belakang, dari masa huruf berbahan kayu dan metal digunakan untuk mesin cetak. Dan selain kita bisa belajar mengenai sejarah panjang tipografi, kebanyakan dari kita juga bisa menggunakan beberapa tips praktis tentang bagaimana membuat huruf terlihat lebih baik pada proyek sehari-hari seperti dalam resume, buletin, atau kartu nama. Berikut Cara Mengatur TIPOGRAFI di desain kamu

Baca Juga : Binggung Cara Mempromosikan Produk

Berikut Cara Mengatur TIPOGRAFI di desain kamu

  1. Cocokkan Rasa dengan Pesan

Apakah salah satu font terlihat lebih atau kurang dari font lainnya? Atau mungkin kamu punya font favorit yang selalu kamu gunakan di setiap saat? Apapun kasusnya, kamu tidak bisa memaksimalkan pilihan font yang ada.

Hal ini terjadi karena setiap jenis huruf memiliki rasa atau sifatnya masing-masing. Mungkin suatu font tampak bersahabat, mewah, serius, atau bahkan konyol. Tapi kebanyakan font tidak cocok untuk semua hal, jadi kamu perlu untuk menentukan font apa paling berbicara untukmu, dan yang paling cocok untuk desainmu. Suatu cara untuk melakukan itu adalah dengan mendiskusikan beberapa karakteristik dan kualitas yang ingin dikomunikasikan oleh desainmu.

  1. Cocokkan Rasa dengan Pembaca

tidak semua orang akan membaca rasa dari font dengan sama. Setelah memilih font yang cocok dengan desainmu, kamu akan mau memastikan bahwa font itu cocok dengan target pembacamu.

Sebuah kelompok pembaca akan merasa bahwa suatu font trendi, sementara yang lainnya akan melihat jenis huruf yang sama sudah ketinggalan jaman. Hal itu terjadi karena cara kita melihat font sangat dipengaruhi oleh hubungan kultural, yang berhubungan dengan umur dan lokasi.

  1. Cocokkan Ukuran Font dengan Konteks Desain

Bagaimana dengan jenis huruf lain dalam teks yang tidak dimaksudkan untuk dibaca dalam waktu lama? Kamu perlu mencoba untuk menggunakan konteks desain—ukuran fisik dan/atau bagaimana itu akan disajikan dan ditampilkan—bersama dengan beberapa pemikiran wajar sebagai panduannya. Proyek yang lebih kecil (seperti kartu nama, misalnya) atau bagian panjang dari teks akan membutuhkan font yang lebih kecil, tapi font ini juga perlu untuk terlihat jelas dan mudah untuk dibaca, bukan hanya untuk hiasan.

  1. Jangan Abaikan Spacing dan Alignment


Detail bisa membentuk (atau menghancurkan) desain. Dan sebagian dari detail yang paling berpengaruh pada desain adalah spacing dan alignment. Mereka bisa membuat perbedaan antara desain yang membingungkan, berantakan dan sebuah desain yang bersih, teratur. Mengurangi tracking adalah sebuah teknik yang sering digunakan untuk menghemat ruang dalam desain, tapi hal itu bisa membuat desain sulit dibaca.

  1. Pelajari Kerning

Kerning sering menjadi jurus terakhir untuk memastikan tipografi terlihat sehalus dan seprofesional mungkin. Setiap font didesain dengan kerning default, tapi biasanya setting tersebut kurang ideal untuk beberapa kombinasi huruf.

Nah Berikut Berikut Cara Mengatur TIPOGRAFI didesain kamu,  Semoga Bermanfaat.

Jika Kalian Suka dengan Artikel ini Silahkan Like, Coment & Share Article ini. Salam Jepret Prodution.

Related Posts

Leave a comment

× How can I help you?
%d bloggers like this: